Sabtu, 13 Februari 2010

Hari Valentine : Budaya Sampah

Oleh : Abinya Ismail

Kalau kita membuka lembaran-lembaran budaya islam, maka kita tidak akan mendapatkan kaum muslimin dalam keadaan terhina seperti sekarang ini. Bahkan kita akan dapatkan kisah-kisah yang membuat decak kagum. Kaum muslimin senantiasa menjadi pemimpin dunia.

Akan tetapi sekarang, generasi islambukan memimpin tapi di pimpin. Bukan mendikte tapi di dikte. Bukan pemain tapi di mainkan. Budaya Valentine sebagai buktinya. Budaya ini lahir dimana, punya agama apa dan bagaimana konsekuensi yang merayakannya.

Ada beberapa versi timbulnya perayaan valentine ini :
1) Perayaan Lupercalia merupakan rangkaian upacara pensucian pada Agaa Romawi kuno dari tanggal 13-18 Februari. Dua hari pertama persembahan untuk Dewi cinta bernama Juno Februata. Pada tanggal 14 ini pemuda berkumpul untuk memilih parah gadis dengan cara di undi. Selanjutnya karena sudah turun temurun para pemuda agama Nashrani kesulitan untuk merubahnya. Bertepatan dengan tanggal 14 Februari adalah kematian Santo Valentinus seorang pastur di Roma yang dianggap suci. Maka Paus Gelasius II tahun 14 Februari untuk memperingati kematian Valentinus, sehingga agama Nashrani semakin dekat di hati romawi kuno.

2) Kaisar Claudius II memerintahkan agar menangkap dan memenjarakan Santo Valentinus, karena telah berani menyatakan Tuhannya adalah Isa Al Masih dan menolak mengakui Tuhannya orang romawi kuno. Hingga kematiannya pada tanggal 14 Februari, manusia bersimpati padanya dengan memperingati kematiannya.

3) Kaisar Claudius II menganggap bahwa tentara bujangan itu lebih kuat dan perkasa dari pada tentara yang menikah. Maka dia melarang para tentara untuk menikah. Santo Valentinus diam-diam menikahkan para pemuda. Akhirnya dia ditangkap dan di eksekusi pada tanggal 14 Februari 269M.

Dari sejarahnya saja kita tau bahwa Valentine day atau hari Valentin adalah bukan dari agama Islam. Orang Islam punya agama sendiri, orang Nashrani memiliki agama sendiri, Romawi kuno memiliki agama sendiri, kenapa kita sibuk ikut merayakan agama mereka?????

Kalau kita ikut merayakan agama Nashrani, maka kita akan digolongkan sebagai nashrani, demikian juga kepada agama yang lainnya. Nabi Muhammmad SAW bersabda : "Barang siapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk kaum tersebut" [HR.Tirmidzi].

Merayakan Valentine bearti ikut bersimpati kepada Valentinus yang mengatakan Isa Al Masih sebagai Tuhan. Apakah ini bukan mengiring kepada pemurtadan dan kekafiran?? Masihkah ini di anggap sesuatu yang biasa dan ditolerir???

Merayakan Valentine berarti kita ikut bersimpati dengan kematian pastur nashrani. Apa kepentingan kita dengan mereka, sehingga menjadikan kematiannya sebagai hari raya?? Akhirnya kami akan menutup nasehat ini dengan Firman Allah yang artinya : "HAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN, JANGANLAH KALIAN MENGAMBIL YAHUDI DAN NASHRANI SEBAGAI PEMIMPINMU, SEBAGIAN MEREKA MENJADI PEMIMPIN BAGI SEBAGIAN YANG LAIN. BARANG SIAPA DIANTARA KALIAN YANG MENGAMBIL MEREKA SEBAGAI PEMIMPIN, MAKA DIA TERMASUK GOLONGAN MEREKA. SESUNGGUHNYA ALLAH TIDAK MEMBERI PETUNJUK KEPADA ORANG-ORANG YANG ZALIM" [QS.Al Maidah : 50]

Kesimpulannya, Valentine day adalah BUDAYA SAMPAH yang di adobsi dari orang-orang kafir.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar