Jumat, 16 April 2010

Secercah Harapan

Oleh : Yudi Handoko

ON LINE WITH ALLAH SWT (OLWAS)

Istilah yang mulai “ngetren” di jagad dunia saat ini adalah dua suku kata OL, Kata ini yang paling paling sering disebut jika kita bertanya kepada seseorang, “ sedang apa? “ jawabnya “OL”.

Banyak akibat dari kata kerja OL ini ,seperti ...... pertemanan, percintaan, bisnis, opini, perang budaya, perang pemikiran, sampai ke masalah-masalah konyol, seperti perselingkuhan, penipuan, penculikan, pemerasan, pemutarbalikan fakta, pencemaran nama baik.....

OL adalah kata kerja yang ampuh untuk menyebut diri kita lebih uptodate, lebih keren, lebih mendapatkan pengakuan, atau merasa minta di aku-akuin ... sehingga seperti di iklan TV “ kita jadi lebih LEBAY”... kita seperti terpacu untuk mengkabarkan diri kita ada dimana, sedang apa, apa yang sedang ada dipikiran kita, dan ... akhirnya ..... semua teman kita yang OL akan tahu... saat itu juga......

Dengan OL, dunia sosialita kita terpenuhi dalam bentuk maya, terhubung dengan gadged dan Laptop yang bisa di bawa kemana-mana, dunia sosialita yang penuh canda tawa sampai haru biru.......

Kegiatan OL menjadi candu kita , rasa resah menyelimuti diri kita jika belum melakukan kegiatan OL, entah itu sekali sehari, dua kali , bahkan OL sepanjang hari.....

OL adalah pahlawan kita untuk bersilaturahmi dengan orang yang nun jauh di seberang, teman yang pernah hilang, atau bahkan teman yang baru kita kenal ...

OL kita maknai hubungan yang timbal balik yang terjadi pada saat itu juga, serasa berdialog nyata, yang tergambar dalam tulisan kita, yang terkesan jaim, meriah renyah, melankolis...., bahkan ada pula yang apa adnya, bahkan cenderung terlalu terbuka dan jujur......

Padahal OL yang kita lakukan adalah dengan teman kita yang juga manusia yang penuh masalah seperti kita, Kita curhat melalui OL, seakan akan semua masalah bisa kita pecahkan dengan ber OL ria..... konsultasi dengan segala masalah.... , dan kita akan marah dan cemburu jika status kita tidak ditanggapi, inbox kita tidak dibalas.... cemburu dan marah dan merasa terhina yang terperikan......

Kegiatan OL adalah kebutuhan, sama seperti kita copy darat, semua kita butuhkan.... , karena kita merasa butuh maka harus kita jalankan, seperti ketika kita butuh makan, kita butuh berpakaian, butuh bercinta, butuh bekerja... semua kita sukai... dan kita butuhkan......

Padahal Allah lebih canggih dari kita semua.... Dia sudah menyediakan fasilitas OL yang luar biasa sebelum alam semesta tercipta, yang bisa membuat kita lebih kecanduan karena kebutuhan kita yang tidak terhindarkan,

Bahkan Allah sudah menyediakan gadged modern yang luar biasa , karena jika menggunakannya maka hati kita melayang merasakan nikmatnya ber OL ria dengan Allah....., Bahkan Allah telah menulis status yang tidak pernah ketinggal jaman, yang membuat hati kita tenang jika membacanya, mendapatkan solusi jika mempelajarinya, mendapatkan kecerahan jika mendapat hikmahnya....

Jika kita merasa butuh , bahka kita tidak cukup ber OL 5 kali sehari, waktu sepertiga malam, adalah waktu yang paling tajir untuk ber OL dengan Allah, dimana bandwithnya cukup besar, dan pemakaianya sedikit.... bahkan kita bercucuran airmata di dalam menulis di Inbox Nya.....

Kita berkeluh kesah, memohon, mengadu , tanpa ada yang tahu.... sepuasnya... dan sepuasnya... dan Allah telah berjanji di statusNya..... Bahwa Allah mewajibkan kita untuk mengadu dan berdoa kepadanya, dan Allah berjanji akan mengabulkan apa yang di minta hambanya.....

Bahkan Allah menulis di note Nya, kisah – kisah umat terdahulu, agar kita mendapatkan hikmah dan pelajarannya, Allah bercerita dengan perumpamaan – perumpamaan, agar kita bisa belajar dari Nya.

Allah memberikan admin Nya kepada kita di OL yang sangat baik dan Mulia, Junjungan Besar Nabi Muhammad SAW. Admin yang sangat bijak dan menyayangi umatnya...
Selalu menjaga dan melindungi umatnya sampai hari akhir....., memberikan bimbingan berperikehidupan yang bermatabat .....

Sudah kita men search account Allah dalam kegiatan OL kita?

Sudahkan kita meng ADD account Nya...?

Sudah kita menyapa Admin Nya.... berdialog dengan Nya, membaca NoteNnya ?

Sungguh ber OL dengan Allah tidaklah sekedar bersilaturahmi... bahkan kita mendapatkan keseimbangan, pandangan, jalan dan arahan yang lurus menuju kepada Nya.

Sudahkan kita selalu ber OL, menulis di wall nya, dan menulis di Inboxnya untuk mengadu kepadaNya.... karena Allah adalah Maha Pencemburu...... jika kita kita tidak menyapa Nya...

Karena Allah selalu menulis di statusnya... selalu menyapa hambaNya.....

Hingga suatu saat keluarga kita tidak perlu bertanya kepada kita, sedang apa kita.... karena mereka tahu kita sedang apa, dan mereka tidak akan mengganggu asyik masyuk kita dgn Allah, yah....

Karena kita ingin selalu diingat Allah bahwa kita selalu OLWAS ( Online with Allah SWT ).....

Pondok Kelapa, 16 Maret 2010
Saat hati tertunduk dan pasrah memohon ampun Nya...

Jumat, 09 April 2010

Real Love...buat siapa seeehhhh...

Oleh : Akh Zain

Cinta…oh cinta… Dari dulu beginilah cinta. Deritanya tiada akhir.. gelodaks…
Ups, kalo dah ngomongin masalah love alias cinta binti tresno, panjang buanget deh. Yah begitulah yang marak. Wabah cupatkai tuh. Katanya sih “virus merah jambu” dapat menyerang siapa saja dan dimana saja. Yang bisa ngredain penyakitnya cuma si”dia”. Katanya sih gitu. Pada pengen ikut-ikut? Silakan aja. Tapi sebelum ikut, musti tahu donk cinta itu gimana.

Cinta... Banyak banget yang ngomongin cinta. Dari tema film, lagu-lagu, sampai buku-buku novel, semua marak banget pake tema ini. Katanya sih, kalo dah ngomongin soal cinta, gak ada matinya...

By the way, cinta tu gimana sih? Kalo jadi muslim yang baik tu boleh gak jatuh cinta ? hazzoo lo… gimana ya ? ada sih orang kolot gak boleh jatuh cinta. Tapi gak gitu kale.. Justru seorang muslim harus kudu wajib mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri. Kok bisa ? ya iya lah. Kan Rasul bersabda : ”tidak sempurna iman seseorang sehingga dia mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri.”

Tapi banyak juga tu orang yang bingung tentang cinta. Cinta tu makanan dari mana sih? Bikinnya dari apa? Enak gak? Hehe…

Cinta tu apa ya... ya gitu lah. Intinya hanya ingin memberikan yang terbaik bagi sesuatu yang dicintainya. Kalau perasaan yang ingin menguasai tu bukan cinta namanya. Lebih dekat pada yang namanya nafsu. Na’uzdubillah. Kalau cinta bisa sama siapa saja. Entah itu lawan jenis, anak-anak, pet, job, hobi, etc. Nah ini yang paling penting, cinta pada Illahi rabbi.

Kok pada Rabb ? ya iya lah, masak ya iya donk. namanya juga pak lurah, masak pak ludonk. Hehe.. Ingat gak sabda manusia termulia ? bahwa pada hari kiamat, seseorang akan berada bersama apa yang dicintainya. Nah tu. Kalau kita sangat cinta pada seseorang gimana? Ya kalo orang itu ibadahnya baik dan masuk surga. Kalo ternyata orang yang kita cintai masuk neraka gimana? Kita ngikut bersama dia di neraka donk. Padahal tu, kalo dah bener-bener cinta pada sesuatu, kita bawaannya pasti pengen selalu bersama yang kita cintai. Ya gak? Hazoo loh. Ngaku aja deh, gak usah senyam-senyum sendiri. Ntar disangka orang gila lho. Hehe….

Lain halnya kalau kita dah bisa merasa cinta pada Allah Yang Maha Pengasih Kita bisa saja setiap saat merasa bersama-Nya. Tahu kenapa? Cause, Allah sendiri selalu dekat dengan kita. Dalam Qur’an dikatakan kan

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat.” (QS Al Baqarah 186)

Allah juga berfirman :

“dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.” (QS. Qaaf : 16)

Nah tu, coba bayangin. Deket banget kan? Saking deketnya, kadang kita sendiri gak sadar bahkan seringkali melupakan-Nya. Na’udzubillah...

Dikatakan juga bahwa jika kita berjalan mendekati Allah, maka Allah “berlari” mendekati kita. Saat kita ingat Allah, maka Allah juga akan mengingat kita. Nah, waktu hari kiamat malah lebih dasyat lagi. Ketika orang-orang bingung bersama dengan yang mereka cintai, kita juga akan bersama dengan yang kita cintai. Kalo kita bener-bener mencintai Allah, maka Insyaallah Allah juga akan mencintai kita. Tahu artinya? ketika kita mencintai Allah dengan sungguh-sungguh di dunia, dan berusaha melakukan ibadah sebaik mungkin, maka di hari kiamat kelak insyaallah Allah juga akan memberikan yang terbaik bagi kita. Apa itu? ya tau sendiri lah, yang didamba-damba semua orang. Surga yang luasnya seluas langit dan bumi beserta kenikmatan yang ada di dalamnya. Bahkan ada tu yang lebih baik lagi daripada itu. Apa coba? Hazo…ada yang tahu gak? Itu tu Ridho Allah. Ketika Allah sudah ridho dengan hambaNya, maka murka Allah tidak akan ditimpakan kepadanya. Subhanallah. Pengen gak gitu? Pasti pengen donk. Yang gak pengen kayaknya perlu periksa ke psikolog atau dokter jiwa nih. Hehe…

Nah kalau kita dah cinta ma Allah, harus ngapain coba ? duduk-duduk sambil melamunin Allah atau gimana? Gak gitu kale… kalau kita sudah mencintai Allah, kita tentu akan merasa ringan untuk melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya kan. Agar kita tahu apa yang diperintahkan Allah dan apa yang dilarang-Nya, kita tinggal ngikuti Rasullullah aja. Allah kan nah berfirman : “Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Ali Imron : 31)

So, setelah ini, semoga kita dapat mencintai Allah dengan sungguh-sungguh. Kita pegang semboyan hidup “Allahu Ghoyatuna, Rasulu Qudwatuna” (Allah tujuan kita, Rasullullah teladan kita). Hingga kita dapat mencintai karena Allah, membenci karena Allah, mengasihi karena Allah, beribadah karena Allah, berbuat karena Allah, hidup untuk Allah dan matipun untuk Allah. Amiiin..

Inna solati, wanusuki wamah yaya wamamati lillahi rabbil ‘alamin.

Wallahu’alam….

Urgensi dan Keutamaan Qiyamul Lail

Oleh : Akh Zain

Dari Jabir r.a., ia barkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya pada malam hari itu benar-benar ada saat yang seorang muslim dapat menepatinya untuk memohon kepada Allah suatu kebaikan dunia dan akhirat pasti Allah akan memberikannya (mengabulkannya) dan itu setiap malam.” (H.R. Muslim dan Ahmad)

Qiyamul lail merupakan sarana berkomunikasi seorang muslim dengan Rabbnya, merasa lezat di kala munajat dengan penciptanya, ia berdoa, beristighfar, bertasbih dan memujinya. Akhirnya

Qiyam al-lail merupakan sarana berkomunikasi seorang muslim dengan Rabbnya, merasa lezat dikala munajat dengan penciptanya, ia berdo’a, beristighfar, bertasbih dan memujinya. Akhirnya yang maha pengasih lagi maha penyayang mempermudah semua aspek kehidupan hambanya baik pribadi, keluarga, masyarakat maupun negara. Begitu pula aspek da’wah, pendidikan, ekonomi, sosial, budaya maupun politik. Dia akan dekat dengan Rabbnya, diampuni dosanya, dihormati sesama dan menjadi penghuni surga yang disediakan untuknya.


QIYAM AL-LAIL MENDEKATKAN DIRI KEPADA ALLAH

Orang yang kontinyu mengerjakan qiyam al-lail pasti dicintai dan dekat dengan Allah

“lazimkan dirimu untuk shalat malam, karena hal itu tradisi orang-orang shalih sebelummu, mendekatkan diri kepada Allah, menghapus dosa, menolak penyakit dan pencegah dari dosa” (HR. Ahmad)

Dapat dipahami bahwa qiyam al-lail selain medekatkan diri kepada Allah dapat mencetak keshalihan dan selamat zhahir dari penyakit dan batin dari lumuran dosa.

Dari sahal bin Sa’ad ra, ia berkata :
“Malaikat Jibril as datang kepada Nabi SAW lalu berkata : Wahai Muhamad hiduplah sebebas-bebasnya akhirnyapun kamu akan mati. Berbuatlah semaumu, pasti akan dapat balasan. Cintailah orang yang engkau mau pasti kamu akan berpisah. Kemuliaan orang mu’min dapat diraih dengan melakukan shalat malam dan harga dirinya dapat ditemukan dengan tidak minta tolong orang lain”.

Seorang diri ingin mulia disisi Allah dan disisi manusia hendaknya ian membiasakan qiyam al-lail, bahkan akan berwajah ceria, karena dia bermunajat dengan ar-rahman maka terpancarlah nur dari wajahnya.


QIYAM AL-LAIL PENYEBAB MASUK SURGA

Tirmidzi meriwayatkan dari Abdullah bin salam dari Nabi SAW beliau bersabda :
“Wahai manusia sebarkanlah salam, berikanlah makanan dan shalat malamlah pada waktu orang-orang tidur, kalian kan masuk surga dengan selamat”.

Seorang da’i yang ingin berhasil da’wahnya harus menabur kasih sayang kepada seluruh lapisan masyarakat hal itu dapat digapai dengan wajah yang berseri-seri, mengucapkan salam, mengulurkan bantuan dan silatu al-rahim dan pada malam hari memohon kepada Allah diawali dengan qiyam al-lail , namun mereka yang kontinyu melaksankan qiyam al-lail sangat sedikit jumlahnya, semoga kita termasuk kelompok ini yang dapat masuk surga tanpa dihisab.

Rasululah SAw bersabda :
“Seluruh manusia dikumpulkan ditanah lapang pada hari qiyamat . Tiba ada panggilan dikumandangkan dimana orang yang meninggalkan tempat tidurnya, maka berdirilah mereka jumlahnya sangat sedikit , lalu masuk surga tanpa hisab, baru kemudaian seluruh manusia diperintah untuk diperiksa”.


KIAT-KIAT MEMPERMUDAH QIYAM AL-LAIL

Qiyam al-lail memerlkan kesungguhan dan kebulatan tekad, jika demikian akan sangat mudah merealisasikannya dengan izin Allah, berikut ini kiat-kiat pendorong meninggalkan tempat tidur untuk bermunajat dengan yang maha pengasih.
Memprogram aktivitas 24 jam
Memaham kebutuhan jasmani, aqli dan ruhani dan diberikan dengan seimbang
Menghindari ma’siat. Sufyan Ats-tsauri berkata : “saya sulit sekali melakukan qiyam al-lail selama 5 bulan disebabkan satu dosa yang aku lakukan”
Megetahui fadhilah dan keistimewaannya
Mempunyai perasaan bermunajat dengan Allah yang maha kasih sayang
Inilah yang dapat disajikan kepada ikwan-akhwat tentang urgensi , keutamaan dan kiat-kiat qiyam al-lail. Semoga memberikan motivasi kepada kita menjadi orang yang dekat dengan Allah, mulya disisi Allah dan disisi manusia yang akhirnya menjadi penghuni surga.